Bos com,MEDAN – Kinerja Polres Pelabuhan Belawan kembali menjadi sorotan tajam. Meski sudah berulang kali diberitakan, praktik perjudian ketangkasan jenis tembak ikan bermerek "AB" di wilayah hukum tersebut terkesan kebal hukum bahkan telah menggurita di berbagai wilayah.
Lambannya respons aparat penegak hukum (APH) memicu dugaan adanya pembiaran, bahkan perlindungan terhadap bisnis haram beromset ratusan juta rupiah tersebut.
Informasi yang dihimpun, sekelompok Organisasi Kepemudaan (OKP) bersama warga setempat nekat mengambil alih peran aparat dengan menggerebek dan menghancurkan sejumlah mesin judi "AB" di kawasan Belawan beberapa hari lalu.
"Beberapa hari lalu warga dan OKP sudah bergerak sendiri menghancurkan meja judi tembak ikan 'AB' di Belawan. Kami sudah sangat resah karena keberadaan judi ini memicu lonjakan tingkat kriminalitas," ujar Rudi, seorang warga setempat kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).
Rudi menilai, fungsi Polres Pelabuhan Belawan dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sama sekali tidak dirasakan oleh warga. Sebaliknya, masyarakat justru dihantui rasa waswas akibat kriminalitas yang meningkat akibat maraknya bisnis judi tersebut.
"Kuat dugaan Polres Pelabuhan Belawan sengaja menutup mata. Apakah masuk akal kalau mereka mengaku tidak tahu? Lokasinya menjamur di mana-mana," cetus Rudi dengan nada kesal.
Berdasarkan data yang dihimpun, adapun beberapa lokasi judi tembak ikan merek "AB" yang masih eksis:
1.Pinggir sungai Jalan Infeksi, Rengas Pulau
2.Jalan Datuk Rubiah (Kawasan Terjun/Telkomsel).
3.Jalan Kebun Bundar, Rengas Pulau (Tanah Serantai) & Perumahan Marelan Point.
4.Pasar 6, Pasar 7, hingga Pasar 8 (Gang Barokah) Desa Manunggal.
5.Pasar 9 dan Pasar 10 Jalan Beringin, Desa Manunggal.
Ada juga di wilayah Kecamatan Hamparan Perak:
1.Dusun 2, Desa Paluh Manan.
2.Dusun 4, Desa Paluh Manan.
3.Tangkahan Ujung, Desa Paluh Manan.
"Semua titik itu pakai merek 'AB'. Omsetnya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah per hari," tambah Rudi.
Namun sayang, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, bersama Kasat Reskrim, AKP Agus Purnomo, memilih bungkam dan enggan memberikan komentar hingga berita ini naik. (Red)
