Dekan Fisip USU Dr Muryanto Amin : Jokowi Sangat Cocok Jadi Ketua Umum PDI-P -->

Dekan Fisip USU Dr Muryanto Amin : Jokowi Sangat Cocok Jadi Ketua Umum PDI-P

24 Januari 2019, 24 Januari


MEDAN-Dekan Fisip USU Dr Muryanto Amin mengatakan, kalau Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak mau lagi menjadi Ketua umum PDI Perjuangan, maka sebagai penggantinya sangat cocok dan tepat adalah Presiden Joko Widodo.
          Namun, perlu dingat, Megawati adalah sosok atau figur yang sangat kuat di PDI Perjuangan. Jadi kalau Megawati masih mau tentu dia menjadi prioritas pertama melanjutkan Ketua Umum PDI Perjuangan, kata Muryanto di Medan, Kamis (24/1) mengomentari pendapat Direktur Eksekutif Charta Politica  Yunanto Wijaya yang menilai Presiden Jokowi menjadi salah satu nama dari luar trah Soekarno yang bisa meneruskan kepemimpinan di PDI Perjuangan pada masa mendatang, menggantikan Megawati Soekarno Putri.
          Dikatakan Muryanto, kalau PDI Perjuangan tidak bisa lagi mempertahankan atau Megawati mundur, tentu restu dari Megawati terhadap penggantinya itu jadi mutlak. Walau siapa bakal menggantikan Megawati harus dapat restu yang kuat dari Megawati.
          Kalau restu tidak ada dan pemilihan ketua umum diserahkan kepada pemilihan suara langsung (pada Munas) , maka PDI Perjuangan harus mencari figur yang punya catatan prestasi yang sangat bisa menyatukan semua faksi-faksi yang berbeda. Tentu figur yang dekat ke situ adalah Jokowi yang bisa mengakomodasi itu. Karena selain Presiden, Jokowi juga punya karakter yang khas,katanya.
          Kalau Ketua Umum diberikan pada Puan Maharani yang merupakan keturunan Soekarno tentu kemampuannya belum sama dengan Jokowi untuk mengorganisir PDI Perjuangan, kata Muryanto.
          Menurut Muryanto, kalau Megawati tidak maju lagi karena usia sudah 72 tahun, maka yang paling dekat adalah Jokowi yang punya kemampuan untuk memberi penguatan kepada PDI Perjuangan.
          Apakah kelak tidak mengganggu tugas Presiden bila Jokowi jadi ketua PDI Perjuangan ? dijawab Muryanto, saya kira tidak. Karena itu tinggal mengatur waktu, kapan mengurusi negara dan mengurus partai. Itu harus dibagi. Tak ada persoalan saya kira, karena SBY juga dulu sewaktu Presiden adalah ketua Partai Demokrat, katanya. (Dame)



TerPopuler