Bos com,JAKARTA - Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban secara berkelanjutan, Direktorat Pengamanan dan Intelijen (Pamintel) menggelar kegiatan evaluasi dan penguatan tugas dan fungsi (tusi) bidang pengamanan dan intelijen. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh jajaran pengamanan ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom meeting. Senin 2/11
Penguatan dan arahan strategis ini dipimpin langsung oleh Direktur Pengamanan dan Intelijen beserta jajaran pejabat struktural di tingkat pusat. Pertemuan ini difokuskan untuk memetakan kembali potensi kerawanan, meningkatkan kesiapsiagaan personel, serta mengevaluasi efektivitas langkah-langkah mitigasi risiko di lapangan.
Dalam arahannya, Direktur Pengamanan dan Intelijen menyampaikan sejumlah poin krusial yang menjadi perhatian utama untuk segera ditindaklanjuti oleh seluruh satuan kerja di daerah, antara lain:
1. Akselerasi Penanganan Wilayah Zona Merah: Seluruh jajaran yang wilayahnya masih dikategorikan sebagai zona merah diinstruksikan untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan, peningkatan pengawasan, dan deteksi dini secara masif agar status keamanan wilayah tersebut dapat segera membaik menjadi zona kuning atau hijau.
2. Optimalisasi Razia dan Penggeledahan Sinergis: Kegiatan penertiban melalui razia dan penggeledahan harus terus dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan, serta ditekankan untuk dilakukan dengan benar, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dan bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait.
3. Pencegahan dan Pengungkapan Peredaran Narkotika: Disampaikan pula data laporan penggagalan masuknya narkoba sejak Januari 2025 hingga Oktober 2026, yang merupakan hasil kerja sama aktif bersama BNN dan Polri (yang dirilis/dievaluasi setiap hari Kamis pukul10.00 WIB).
4. Peningkatan Keamanan Fisik dan Prosedural: Meliputi pengecekan dan penempatan senjata api secara ketat, serta perhatian khusus terhadap penguncian kamar hunian pada malam hari guna mencegah potensi pelarian warga binaan.
5. Mitigasi Area Rawan.(JN)
