Bos com,KARO, SUMUT- Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, kader PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih kepada sejumlah pelajar yang sebelumnya terdampak dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo pada Sabtu, 3-10-2026 di Open Stag Berastagi.
Adapun tali asih yang diberikan sebanyak 499 siswa-siswi pelajar terdiri dari, SMAN 1 Berastagi, SMP, SMA dan SMK Yayasan Swasta Bersama serta SMK Negeri 1 Merdeka.
Penyerahan tali asih ini terbagi dari 3 klaster yaitu, Klaster Pertama terhadap siswa-siswi yang agak berat mengalami gangguan akibat Keracunan MBG Agustus lalu, Klaster Kedua yang menjalani Rawat Inap serta klaster Ketiga yang terdampak rawat jalan dengan nominal berbeda-beda dari klaster tersebut.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Gotong Royong Kemanusiaan Kader PDI Perjuangan Sumatera Utara”, sebagaimana terlihat dalam spanduk kegiatan yang turut menampilkan pesan, “Penyerahan Tali Asih kepada Pelajar Keracunan MBG.”
Pemberian tali asih kepada pelajar yang terdampak di Kabupaten Karo langsung diserahkan oleh Ketua DPD PDIP Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon, M.M. yang juga sebagai anggota DPR RI Komisi XIII.
Turut mendampingi Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani Br Tarigan yang selaku Bendahara DPC PDIP Kabupaten Karo, Ketua DPC PDI-P, Karo, Peri Edisonta Milala, Sekretaris, Daud Tarigan, Anggota DPRD Sumut, dan anggota DPRD Karo, Suriyadi Purba, Lusia Sukatendel, Pujiati br Ginting, Matius Hernandez Bukit serta Relawan BAMS.
Pemberian tali asih ini menjadi bentuk perhatian kader partai terhadap para pelajar dan keluarga yang terdampak peristiwa tersebut. Bantuan diharapkan dapat sedikit meringankan beban para pelajar, sekaligus menjadi dukungan moral bagi mereka agar dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan baik.
Dalam kegiatan tersebut, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi pesan utama. Kegiatan sosial ini juga menegaskan bahwa perhatian terhadap persoalan yang menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian berbagai elemen masyarakat.
Peristiwa dugaan keracunan yang dialami pelajar di Kabupaten Karo sebelumnya mendapat perhatian masyarakat. Selain persoalan penanganan terhadap siswa yang terdampak, aspek evaluasi terhadap penyelenggaraan program MBG juga menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada peserta didik.
Melalui penyerahan tali asih tersebut, kader PDI Perjuangan Sumatera Utara menyampaikan pesan solidaritas kepada para pelajar. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pesan yang terpampang dalam kegiatan tersebut mengutip ungkapan Bung Karno: “Bermimpilah setinggi langit, bila engkau jatuh, maka engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”
Pesan tersebut menjadi simbol penyemangat bagi para pelajar agar tetap memiliki harapan dan semangat untuk melanjutkan pendidikan meskipun sebelumnya menghadapi peristiwa yang tidak diharapkan.
Dengan semangat gotong royong kemanusiaan, tali asih diberikan bukan sekadar sebagai bantuan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral agar para pelajar korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo dapat kembali bangkit dan menatap masa depan.
Pemberian tali asih ini bukan hanya di Kabupaten Karo, melainkan juga Kabupaten Deli Serdang maupun Kabupaten Asahan yang terdampak keracunan MBG.(WS)
