Bos com,HUMBANG HASUNDUTAN- - Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) merupakan bagian krusial dalam sistem pemasyarakatan yang berfungsi sebagai wadah evaluasi, pertimbangan, dan penentuan rekomendasi program pembinaan lanjutan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)-mulai dari program asimilasi, pembebasan bersyarat (PB), hingga cuti bersyarat (CB).Rabu 9/9/2026
Bertempat di Rutan Kelas IIB Humbang Hasundutan, pelaksanaan Sidang TPP kali ini diselenggarakan secara hibrida dengan turut terhubung bersama Bapas Sibolga dan perwakilan Kanwil Ditjenpas Sumut melalui sambungan Zoom Meeting.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Sidang TPP beserta jajaran pengurus dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, serta pemenuhan hak-hak WBP sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Rangkaian sidang berjalan dengan tertib melalui beberapa tahapan penting:
Pembukaan Sidang TPP secara resmi dibuka langsung oleh Ketua TPP untuk mengawali jalannya proses evaluasi.
Pemberian Pendapat dan Rekomendasi oleh para anggota TPP secara komprehensif, yang diawali oleh Ka.Rupam (Kepala Regu Pengamanan), Bapak David, dilanjutkan oleh Asesor, Bapak Ganda, serta Wali Pemasyarakatan, Bapak Roger dan Ibu Citra. -Penyampaian Rekomendasi Eksternal yang turut diberikan secara virtual oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Sibolga, Ibu Yanti Naibaho, guna memastikan kelayakan program lanjutan WBP. Sesi tanggapan dan pertimbangan kemudian dilanjutkan kembali oleh Ketua TPP. -Arahan dan Bimbingan khusus yang disampaikan secara daring oleh perwakilan Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Bapak Josua Ginting, sebagai pedoman penguatan tugas dan fungsi pemasyarakatan. -Pembacaan Hasil Rekomendasi TPP sebagai keputusan bersama atas usulan program pembinaan WBP yang diajukan.
Penutupan Sidang TPP secara resmi oleh Ketua TPP setelah seluruh rangkaian agenda selesai dilaksanakan.
Melalui sidang ini, diharapkan setiap program pembinaan yang diberikan tepat sasaran, serta mampu memotivasi Warga Binaan untuk terus berperan aktif dalam mengikuti program pembinaan kepribadian maupun kemandirian demi mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat. (JN)
