Bos com,MEDAN- Penguatan sistem keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan terus menjadi perhatian dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, responsif, dan mampu melakukan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) bersama tim dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melaksanakan kegiatan Penyampaian Permohonan Dukungan Scoping Mission UNODC yang berlangsung di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan, Rabu (16/09/2026).
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Kabid Perawatan, Keamanan dan Patnal, Rindra Wardhana. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi, menyamakan pemahaman, serta memetakan kebutuhan dalam rangka mendukung penguatan kapasitas keamanan dan intelijen pemasyarakatan.
Salah satu agenda utama yang dibahas dan dilaksanakan dalam kegiatan tersebut adalah Exercise of Disruption Planning Tools (Prison Intelligence and Dynamic Security) atau penerapan perangkat perencanaan penanggulangan gangguan dengan pendekatan intelijen penjara (prison intelligence) dan keamanan dinamis (dynamic security).
Scoping Mission sebagai Langkah Pemetaan Kebutuhan merupakan tahapan penting untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi, kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan kapasitas yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, UNODC dan Ditjenpas melakukan pembahasan yang berkaitan dengan strategi pencegahan serta penanggulangan gangguan keamanan dan ketertiban. Pembahasan tersebut diarahkan pada bagaimana informasi, analisis, koordinasi, dan perencanaan dapat digunakan secara terpadu dalam menghadapi berbagai potensi gangguan.(JN)
