Panen Perdana Hidroponik Lapas Sibolga, Bukti Warga Binaan Mampu Berkarya dan Produktif


Bos com,SIBOLGA- Semangat perubahan dan kemandirian terus tumbuh di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sibolga. Melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, warga binaan berhasil melaksanakan panen perdana sawi putih hidroponik yang menjadi salah satu wujud nyata pembinaan produktif dan berkelanjutan.

Panen perdana dilaksanakan pada 9 Juni 2026 dan menjadi momentum penting dalam pengembangan program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Sibolga. Sejak panen pertama tersebut, kegiatan panen telah dilakukan sebanyak tiga kali dengan total hasil mencapai sekitar 200 kilogram sawi putih berkualitas.

Program budidaya sawi putih hidroponik ini dilaksanakan pada greenhouse pembinaan yang berada di area luar Lapas. Melalui pendampingan petugas, warga binaan dibekali pengetahuan dan keterampilan mulai dari penyemaian bibit, perawatan tanaman, pengaturan nutrisi, hingga teknik panen yang baik dan benar.

Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, menyampaikan bahwa keberhasilan panen perdana ini merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar warga binaan dalam mengikuti program pembinaan kemandirian.

"Pembinaan di Lapas bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat. Panen sawi putih hidroponik ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu berkarya, produktif, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai," ujarnya.

Lebih lanjut, Tri Purnomo menjelaskan bahwa program pertanian hidroponik merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus implementasi Program Aksi Strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan.

Selain menghasilkan produk pertanian yang bernilai ekonomis, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta jiwa kewirausahaan kepada warga binaan. Melalui proses pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Keberhasilan panen sawi putih hidroponik ini menambah daftar program pembinaan produktif yang telah dikembangkan Lapas Sibolga, sekaligus menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga wadah pemberdayaan yang mampu melahirkan sumber daya manusia yang lebih mandiri dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Dengan hasil panen yang terus meningkat, Lapas Kelas IIA Sibolga optimistis program pertanian hidroponik akan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dari balik proses pembinaan, tumbuh harapan baru. Dari setiap benih yang ditanam, lahir semangat untuk berubah, berkarya, dan menata masa depan yang lebih baik. (JN/Humas)

Lebih baru Lebih lama