Kalapas Kelas I Medan Luruskan Terhadap Pemberitaan Yang Beredar di Media

Bos com,MEDAN- Menanggapi berbagai pemberitaan dan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan adanya praktik pelanggaran, peredaran narkoba, maupun aktivitas ilegal lainnya di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Dalam keterangannya, Kalapas menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, pihak Lapas secara konsisten melaksanakan razia rutin sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran di dalam lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan razia tersebut tidak hanya dilakukan oleh petugas internal, tetapi juga melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Tim Satuan Tugas Kantor Wilayah yang secara berkala melakukan pengawasan dan pemeriksaan. Rabu 3/6

Kalapas menjelaskan bahwa warga binaan yang dianggap memiliki potensi risiko tertentu telah berada dalam pengawasan khusus, dengan pembatasan ruang gerak serta pengawasan ketat dalam berbagai aktivitas, termasuk saat menerima kunjungan maupun mengikuti program pembinaan. Selain itu, kamar hunian warga binaan juga secara rutin menjadi sasaran pemeriksaan dan razia gabungan.

Terkait video maupun pengakuan yang beredar di media sosial, Kalapas menyampaikan apresiasi terhadap setiap informasi yang disampaikan masyarakat. Namun demikian, ia berharap informasi yang mengandung dugaan pelanggaran dapat diteruskan kepada aparat penegak hukum agar dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku dan berdasarkan alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba maupun tindakan melanggar hukum lainnya. Kami tegak lurus menjalankan arahan Presiden serta program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan Lapas yang bersih dari narkoba dan praktik-praktik ilegal,” tegasnya.

Kalapas juga menepis berbagai tudingan yang berkembang tanpa didukung fakta dan laporan resmi. Menurutnya, hingga saat ini belum terdapat pengaduan resmi, laporan korban, maupun koordinasi dari aparat penegak hukum terkait dugaan tindak pidana penipuan atau pengendalian peredaran narkoba oleh warga binaan yang sedang hangat diperbincangkan dan dikaitkan dengan Lapas.

Selain pelaksanaan pengamanan dan pengawasan, Lapas juga terus menjalankan berbagai program pembinaan bagi warga binaan, baik pembinaan kepribadian maupun kemandirian. Program tersebut meliputi kegiatan keagamaan, kepramukaan, ketahanan pangan, pelatihan keterampilan kerja, serta berbagai kegiatan pembinaan lainnya yang bertujuan mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kalapas menegaskan bahwa Lapas terbuka terhadap pengawasan publik. Masyarakat, media, maupun berbagai elemen lainnya dipersilakan untuk melihat secara langsung program-program pembinaan yang berjalan serta berpartisipasi dalam upaya pengawasan dan pembinaan warga binaan.

Terkait pemberitaan yang telah terlanjur beredar, Kalapas berharap media juga memberikan ruang yang proporsional terhadap klarifikasi dan hak jawab atas fakta-fakta yang disampaikan, sehingga informasi yang diterima masyarakat tetap berimbang, objektif, dan sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik.

Kalapas menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara profesional, akuntabel, serta terbuka terhadap kritik dan masukan yang konstruktif demi mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih baik.(JN)

Lebih baru Lebih lama