Pelaksanaan Ikrar Pemasyarakatan Bersih Dari Handphone Ilegal, Narkoba, Penipuan Dan Razia Rutin

Bos com,LHOKSEMAUWE- Dari Dalam Tembok Lapas, Sebuah Tekad Digelorakan. Tidak Ada Tempat bagi Narkoba, Handphone Ilegal, dan Penipuan. Pagi itu, suasana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe terasa berbeda. Di balik tembok tinggi dan pintu-pintu besi yang selama ini identik dengan hukuman dan keterbatasan, sebuah tekad besar dikumandangkan dengan lantang: "perang tanpa kompromi terhadap handphone ilegal, narkoba, dan penipuan".

Seluruh jajaran petugas berdiri tegap berdampingan dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Tidak ada sekat dalam semangat yang sama - membersihkan pemasyarakatan dari segala hal yang merusak marwah pembinaan dan mencederai kepercayaan masyarakat.

Suara ikrar yang menggema di lapangan apel menjadi bentuk komitmen moral seluruh insan pemasyarakatan. Dalam amanatnya, Kepala Lapas menekankan pentingnya integritas, mengingatkan bahwa hal-hal kecil seperti handphone ilegal dan narkoba dapat menjadi sumber kehancuran, sehingga lapas harus menjadi tempat pembinaan, bukan tempat berkembangnya pelanggaran.

Selain itu, Kepala BNN Kota Lhokseumawe memberikan apresiasi atas langkah tegas yang dilakukan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata keberanian institusi dalam membersihkan diri, yang harus dijaga dengan konsistensi dan ketegasan agar perang melawan narkoba benar-benar terlaksana.

Usai pelaksanaan apel, komitmen tersebut langsung diwujudkan melalui razia gabungan di kamar hunian warga binaan. Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dengan menyisir setiap sudut ruangan dan memastikan tidak ada barang terlarang yang tersembunyi.

Razia berlangsung dengan tegas dan tanpa pandang bulu, menciptakan suasana serius dan penuh kewaspadaan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan pelanggaran tidak hanya sebatas seremonial, tetapi benar-benar dilaksanakan secara nyata di lapangan.

Selain razia, kegiatan juga dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine yang tidak hanya menyasar warga binaan, tetapi juga petugas lapas. Langkah ini menjadi bukti bahwa komitmen bersih dari narkoba dimulai dari diri sendiri tanpa adanya pengecualian.

Tes urine tersebut menjadi pesan kuat kepada publik bahwa integritas harus dijaga oleh seluruh pihak di lingkungan pemasyarakatan. Dengan adanya langkah ini, diharapkan tercipta lingkungan lapas yang bersih, aman, dan mampu menjadi tempat pembinaan yang sesungguhnya.(JN)



Lebih baru Lebih lama