Panen 100 Kg Pakcoy, Lapas Sibolga Dukung Ketahanan Pangan melalui Pembinaan Warga Binaan

Bos com,SIBOLGA- Lapas Kelas IIA Sibolga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan. Kali ini, hasil nyata tersebut terlihat dari keberhasilan panen sayur pakcoy dengan total mencapai 100 kilogram yang dibudidayakan menggunakan metode hidroponik.

Program pertanian hidroponik ini merupakan salah satu inovasi pembinaan yang tidak hanya mengajarkan keterampilan bercocok tanam modern, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab kepada warga binaan. Dengan memanfaatkan lahan secara efisien, metode hidroponik dinilai mampu menghasilkan produk berkualitas dengan nilai ekonomi yang baik.

Kegiatan ini sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, serta menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bukti nyata bahwa pembinaan di dalam lapas dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

“Program pembinaan kemandirian melalui pertanian hidroponik ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan pembinaan yang produktif dan berdampak,” ujar Tri Purnomo.

Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dukungan Lapas Sibolga terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan keberhasilan panen pakcoy ini, Lapas Kelas IIA Sibolga terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan memberikan harapan baru bagi warga binaan untuk masa depan yang lebih baik.(JN/Humas ).

Lebih baru Lebih lama