Bos com,MEDAN- Di tengah kekhidmatan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sebuah pemandangan menarik terlihat di Kopi Ketua, kawasan Jalan Prof. H. M. Yamin, Medan Perjuangan, Senin (16/3/26).
Bukan sekadar acara buka puasa biasa, momen ini menjadi panggung hangat bagi Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen Tarigan, untuk merajut kembali simpul silaturahmi dengan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Medan.
Suasana cair dan penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan tersebut. Di hadapan perwakilan organisasi besar seperti GMNI, HMI, PMKRI, GMKI, KAMMI, HIMMAH, IMM, hingga PMII, lembaga legislatif seolah ingin menegaskan bahwa pintu dialog dengan kelompok intelektual muda tidak pernah tertutup.
Hadir mewakili Ketua DPRD Medan, Zainuddin Lubis selaku staf ahli, menyampaikan pesan mendalam mengenai posisi strategis mahasiswa. Baginya, Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk mendinginkan tensi dan memperkuat persaudaraan.
Ia menekankan bahwa sinergi antara mahasiswa dan negara bukan berarti membungkam daya kritis, melainkan mengarahkan energi tersebut untuk pembangunan yang lebih berkeadilan.
Zainuddin juga menggarisbawahi bahwa mahasiswa tetaplah penjaga gawang demokrasi. Kehadiran mereka sebagai kontrol sosial adalah detak jantung yang memastikan kebijakan pemerintah tetap berada di rel kepentingan rakyat. Tanpa pengawasan dari kaum intelektual muda, kebijakan publik berisiko kehilangan arah.
Di sisi lain, para aktivis Cipayung Plus Medan menyambut baik ruang dialog terbuka ini. Namun, mereka menegaskan bahwa kedekatan secara personal atau momentum silaturahmi tidak akan melunturkan independensi gerakan mahasiswa.
Komitmen untuk tetap kritis dan progresif tetap menjadi harga mati, terutama dalam mengawal setiap kebijakan yang menyentuh hajat hidup orang banyak.
