Bos com,MEDAN – Jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara bersama dengan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara mencatatkan aksi kemanusiaan besar-besaran di bulan suci Ramadan 1447 H. Melalui program bertajuk "Ramadan Berbagi", sebanyak 22.500 paket bantuan sosial disalurkan secara serentak di 11 titik strategis yang tersebar di wilayah Sumatera Utara.
Aksi sosial berskala besar ini merupakan inisiasi dan arahan langsung dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Menteri Agus Andrianto dalam memastikan Kemenimipas hadir sebagai solusi konkret dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat luas.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Dr. Parlindungan, S.H., M.H., menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk penerjemahan visi pimpinan guna membangun kepercayaan publik melalui tanggung jawab sosial yang humanis dan kinerja berdampak.
"Sesuai instruksi Bapak Menteri Agus Andrianto, kami selaku jajaran di wilayah Sumatera Utara bergerak serentak. Total 22.500 paket di 11 titik ini adalah amanah untuk membantu masyarakat. Kami ingin memastikan kehadiran Imigrasi dan Pemasyarakatan dirasakan langsung manfaatnya, terutama dalam menyambut hari kemenangan," ujar Parlindungan.
Penyaluran bantuan ini menjadi istimewa karena melibatkan sinergi lintas sektor. Kemenimipas menggandeng berbagai organisasi kemasyarakatan dan pegiat kemanusiaan untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Di Kota Medan, kegiatan ini semakin diperkuat dengan kehadiran dan andil langsung Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang turut terjun mendistribusikan bantuan kepada warga.
Titik penyaluran mencakup wilayah yang luas, mulai dari kawasan Belawan, Medan Tuntungan, Medan Johor, hingga menjangkau daerah seperti Padangsidimpuan dan Deli Serdang. Pola distribusi dilakukan secara sistematis guna menjangkau berbagai elemen masyarakat, termasuk bilal mayit, najir masjid, hingga warga kurang mampu di pelosok daerah.
Melalui program masif ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI di bawah kepemimpinan Menteri Agus Andrianto dan jajaran Kemenimipas di Sumatera Utara, membuktikan bahwa transformasi birokrasi yang diusung tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi dan penegakan hukum, tetapi juga teguh dalam menjaga nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat Indonesia.(JN)
