Pegang Kunci Cagubsu,Edoy Tamba Yakin Ijeck Mampu Mentransformasi Sumut Lebih Baik

Bos com,MEDAN- Tokoh pemuda Sumatera Utara (Sumut) Edison Tamba menilai wajar bila Musa Rajekshah menjadi 'kunci' penting di pencalonan Gubernur Sumut (Gubsu) pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.

Pendapat ini disampaikan Edison Tamba menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebelumnya bahwa Musa Rajekshah menjadi 'kunci' calon Gubsu (cagubsu).

Pria yang akrab disapa Edoy ini menyebut, keberhasilan Musa Rejakshah memimpin Golkar Sumut serta mendulang suara terbanyak di daerah pemilihan Sumut menjadi salah satu alasannya.

Namun tidak hanya memegang kunci kesuksesan Golkar, Musa Rajekshah yang biasa dipanggil Ijeck ini juga dapat menjadi kunci penting untuk mentransformasi Sumatera Utara ke arah yang lebih baik.

"Sumut dengan keragaman yang majemuk, membutuhkan tokoh karismatik seperti Ijeck, yang sudah teruji kinerja dan dedikasinya. Beliau sungguh layak memimpin tranformasi Sumatera Utara kedepannya," kata Edoy di Medan, Senin (26/02/2024).

Ketokohan Ijeck, sambungnya, dapat dilihat dari kedekatan beliau dengan seluruh elemen masyarakat yang ada di Sumut. Ijeck dinilai dekat dengan tokoh-tokoh agama dan etnis dari lintas generasi.

"Ijeck selalu menjadi panutan bagi generasi muda Sumut. Kesuksesan Ijeck memimpin berbagai organisasi dengan dedikasinya yang luar biasa, menjadikan beliau sosok yang selalu menjadi panutan bagi generasi muda lainnya," ujar Edoy.

Tak hanya karismatik, Ijeck juga dikenal sebagai sosok religius dan memiliki kepedulian yang besar terhadap masyarakat Sumut.

"Ijeck selalu aktif di kegiatan keagamaan di Sumut dan dikenal sebagai sosok yang religius. Berbagai aksi sosial yang dilakukan beliau menunjukkan betapa besar kepeduliannya terhadap Sumatera Utara," ungkap Edoy.

Ia berharap kesuksesan Ijeck saat memimpin berbagai organisasi, dapat juga dirasakan masyarakat Sumut, dengan menjadi pemimpin di provinsi yang dikenal dengan kemajemukannya ini.

"Ijeck merupakan sosok paket lengkap yang karismatik, religius, muda dan berdedikasi. Sumut pernah dipimpin dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha, birokrat dan militer. Namun kita meyakini, dengan ketokohan dan karismatik yang dimiliki, Ijeck akan mampu mentransformasi Sumut," katanya.

Wdoy berharap Ijeck dapat menularkan kesuksesannya dengan membawa Sumatera Utara ke arah lebih baik.


SURAT TUGAS MAJU CAGUBSU


Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto meyakinkan bahwasanya Musa Rajekshah telah memegang kunci calon gubernur Sumatera Utara (cagubsu). Ini setelah Ketua DPD Partai Golkar Sumut tersebut sukses membawa 'pohon beringin' itu menjadi pemenang pada Pemilu 2024 di Sumatera Utara.

Menurutnya, jumlah kursi parlemen dari Daerah Pemilihan Sumut diprediksi naik berdasarkan penghitungan, sehingga sangat wajar kalau Musa Rajekshah, atau yang akrab disapa Ijeck, menjadi Calon Gubernur Sumut.

“Ini Sumatera Utara, jadi kursi Sumatera Utara semua naik dobel,” ujarnya.

Kenaikan perolehan kursi itu, kata Airlangga, menjadi kunci bagi Partai Golkar untuk bisa berlari kencang. 

“Siapa pun yang ingin menjadi Gubernur harus terlebih dahulu maju sebagai calon anggota legislatif. Kalau suaranya tinggi, baru kita kasih. Kalau belum ya terpaksa on the way dulu, dalam perjalanan,” sebutnya.

Keputusan itu ditandai dengan surat tugas kepada Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara Musa Rajekshah untuk maju sebagai calon Gubernur pada Pilkada Sumut Tahun 2024.

“Surat penugasan sudah diberikan,” tegas Airlangga di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (26/02/2024).

Dari hasil hitung cepat di laman resmi KPU RI pada Senin (26/02/2024), Partai Golkar menduduki peringkat pertama pada Pemilu 2024 untuk DPR RI di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara I dengan perolehan suara sebesar 19,53 persen. Partai Golkar berpeluang mengirimkan 8 kadernya (kursi) ke senayan dan 22 kursi di DPRD Sumatera Utara.

Di Dapil Sumut I, nama Musa Rajekshah merupakan salah satu yang paling banyak mendapatkan perolehan suara dengan jumlah lebih dari 30 ribu suara.(...)

Lebih baru Lebih lama