Pertamina Sebut Pakai Premium Banyak Ruginya -->

Pertamina Sebut Pakai Premium Banyak Ruginya

04 April 2019, 04 April

MEDAN
Memakai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (RON 88), lebih banyak ruginya meskipun harganya relatif lebih murah daripada pertalite (RON 90) maupun pertamax (RON 92).
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo, menjelaskan beberapa hal kerugian memakai premium. Dari sisi jarak tempuh, dengan 1 liter premium, hanya mampu menempuh 11 km.
Sementara dengan menggunakan pertalite, bisa menempuh jarak 13 km per liter dan pertamax 14 km per liter. "Dari sini ini jelas bahwa menggunakan premium sebenarnya lebih rugi meski harganya lebih murah," kata Roby Hervindo di Medan, Kamis (4/4).
Kemudian menggunakan premium juga lebih boros,untuk menempuh jarak 20 km, harus mengeluarkan biaya Rp11.727.  Dengan menggunakan pertalite biaya hampir sama Rp11.769. Kemudian dengan pertamax Rp14.071.
"Memang pertalite lebih mahal Rp42 dari premium untuk jarak tempuh 20 km. Namun dengan kualitas pertalite, sebenarnya telah menunjukkan lebih hematnya menggunakan pertalite daripada premium untuk jarak 20 km itu," jelasnya.
Kemudian dengan menggunakan premium, harus menanggung beban yang lebih cepat karena kerusakan pada kendaraan bermotor. Rata-rata harga perawatan untuk pembersihan ruang mesin karena kerak Rp213.000. Kemudian untuk penggantian piston antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.
Namun meski menggunakan premium banyak ruginya, konsumsi premium di Sumut meningkat. Pada triwulan I tahun 2019, konsumsi premium mencapai 108.100 kl, atau lebih besar dari triwulan I tahun 2018 yang hanya 97.200 kl.
Sebaliknya, konsumsi BBM non premium, seperti pertalite, pertamax, pertamax turbo dan lainnya pada triwulan I tahun 2019, justru menunjukkan penurunan yaitu 329.500 kl. Sedangkan konsumsi triwulan I tahun 2018 lebih besar yaitu 333.400 kl.
Di bagian lain, konsumsi solar subsidi pada triwulan I tahun 2019 naik menjadi 251.000 kl dibandingkan triwulan yang sama tahun 2018 yang hanya 226.100 kl. Kemudian solar non subsidi seperti dexlite dan pertamina dex pada triwulan I tahun 2019 justru menurun menjadi 6.500 kl dibandingkan triwulan yang sama 2018 sebesar 11.900 kl. (Dame)
Teks foto : Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo saat menjelaskan tentang Premium.


TerPopuler