PLN Sumut Resmi Alirkan 17.545.000 VA Kepada Sembilan Korporasi Pelanggan -->

PLN Sumut Resmi Alirkan 17.545.000 VA Kepada Sembilan Korporasi Pelanggan

13 Februari 2019, 13 Februari
MEDAN
Surplus daya pada sistem kelistrikan regional Sumatera Utara dengan cadangan daya 7% hingga 10% pada saat beban puncak yang mencapai 2.150 Megawatt (MW), dimanfaatkan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut yang secara agresif memasarkan energi listriknya ke korporasi industri dan bisnis, salah satunya lewat layanan prioritas.

Bahkan hingga saat ini semakin banyak korporasi industri dan bisnis yang menjadi pelanggan layanan prioritas PLN di Sumut menambah pelanggan prioritas yang sudah ada sebelumnya, diantaranya Bandara Kualanamu, PT Tobacco Lestari, Bandara Silangit, PT Agincourt Resources serta Medan Centre Point.

Saat ini pun, PLN UIW Sumut resmi mengalirkan 17.545.000 VA kepada sembilan korporasi pelanggan prioritas di Sumut. Kesembilan korporasi pelanggan prioritas (pemasangan baru dan penambahan daya) itu adalah Perumahan CitraLand Gama City Medan 3.520.600 VA, PT Bumi Sumatera Tapioka 2.180.000 VA.

Kemudian Kilang Padi Idama 105.000 VA CV Sejahtera 690.000 VA, PT Karya Serasi Jaya Abadi 3.465.000 VA, PT Sumatra Tobacco Trading Company/STTC 1.110.000 VA dan 4.330.000 VA, PTPN IV Pasir Mandoge 415.000 VA, pengusaha ternak ayam 105.000 VA,  PTPN IV Mayang 240.000 VA dan PTPN IV Tobasari 1.385.000 VA.

Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dan Perjanjian Kerjasama Layanan Pelanggan Prioritas dengan total daya 17.545.000 VA itu dilakukan di Heritage Room Grand Aston Hotel, Jalan Balai Kota Medan, Rabu (13/2).

Penandatanganan dilakukan oleh Manager PLN UP3 Lubuk Pakam Kishartanto Purnama Putra dan Manager UP3 Pematang Siantar Joy Mart Soaduon Sihaloho disaksikan General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, Senior Manager SDM dan Umum PLN UIW Sumut Suyadi kepada sembilan pelanggan prioritas itu.

Feby Joko Priharto mengapresiasi komitmen sembilan korporasi tersebut menjadi pelanggan layanan prioritas. "Esensinya adalah agar dengan menjadi pelanggan prioritas, diharapkan kapasitas produkasi semakin meningkat. Produksi yang meningkat tentu sudah pasti berdampak positif bagi perekonomian daerah," kata Feby.

Feby mengatakan menjadi pelanggan layanan prioritas yang terdiri dari bronze, silver, gold dan tertinggi platinum, berarti menikmati layanan istimewa dari PLN yang sekaligus menjadi pembeda dari pelanggan layanan reguler. Perbedaan layanan reguler dengan prioritas terletak pada kehandalan pasokan.

Atau dengan kata lain pelanggan prioritas tidak akan mengalami pemadaman sama sekali walaupun keadaan listrik sedang krisis sekalipun, sehingga pelanggan prioritas tetap bisa beroperasioal secara optimal. Selain itu, layanan prioritas bersumber dari dua Gardu Induk yang berbeda agar kestabilan tenaga listrik pelanggan prioritas daya besar tetap terjaga, kata Feby.

Ditambahkan, layanan prioritas saat ini adalah produk yang ditawarkan PLN secara agresif kepada pelanggan industri dan bisnis. Namun begitupun, pelanggan rumah tangga juga dapat juga menikmati layanan prioritas. Sebab pelanggan rumah tangga juga berkepentingan untuk menikmati pelayanan kehandalan listrik prioritas dari PLN.

Dengan kondisi listrik surplus, PLN mengajak seluruh industri dan bisnis untuk menggunakan layanan premium PLN yang terjangkau rupiah per kWh serta menjamin kehandalan pasokan listrik untuk mendukung kinerja industri dan bisnis agar semakin prima. (Dame)
Teks foto : GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto dan sembilan pelanggan prioritas diabadikan usai penandatanganan SPJBTL.

TerPopuler